Reroll
Masuk
Kembali ke berita
3 bulan yang lalu3 menit baca

Panduan Beli Board Game Preloved: Cek 5 Hal Ini Biar Nggak Menyesal

Beli *board game preloved* di komunitas memang jarang kena tipu, tapi bukan berarti bisa asal beli! Mulai dari cek batas wajar boks penyok, bahaya laten jamur yang bisa menular ke lemari, sampai pentingnya kelengkapan token. Baca panduan lengkapnya di sini!

Jujur aja, komunitas board game di Indonesia itu saat ini walaupun sudah mulai sedikit demi sedikit mainstream, masih terbilang niche dan diisi oleh orang-orang yang sangat apik merawat koleksinya. Makanya, cerita horor kena tipu parah saat beli board game preloved (bekas) lumayan jarang terdengar.

Dulu, waktu awal-awal saya beralih dari fase bosen main Uno dan mulai merambah ke board game lokal (berawal dari ngeliat kompetisi Kompas sekitar tahun 2015), saya rajin banget berburu game yang udah out of print alias nggak diproduksi lagi.

Salah satu perburuan epik saya adalah nyari Monas Rush. Waktu dapet dari seorang seller di Facebook, kondisinya nggak zonk, tapi boksnya udah menghitam penuh debu. Untungnya kartunya masih di dalam plastik meski nggak di-sleeve. Alhasil, saya harus telaten ngebersihin boksnya pakai alcohol swab sampai bersih.

Ada juga pengalaman beli Aeon's End. Barangnya sih statusnya baru, tapi karena stok lama, ada sedikit dent (penyok), plastik di dalamnya robek, dan satu kartu Breach terlepas. Akibatnya? Kartu yang keluar itu warnanya pudar sendiri dan belang dibanding kartu lainnya.

Dari pengalaman-pengalaman itu, saya belajar bahwa meskipun rata-rata seller itu jujur, kita tetap harus jeli. Biar kamu nggak dapet "PR" tambahan saat hunting, ini panduan cara menilai kondisi board game preloved sebelum deal beli!

1. Boks Luar: Dent Wajar, Robek Jangan

Kondisi eksterior itu hal pertama yang kita lihat. Apakah boks penyok (dent) sedikit itu masalah? Nggak selalu.

Saya pernah beli Flip 7: With Vengeance yang diinfokan dari awal kalau ada dent. Buat saya itu masih masuk toleransi, apalagi harganya jadi lebih miring. Batas amannya: penyok sedikit atau whitening (pinggiran memutih) di sudut boks itu wajar karena pemakaian. Tapi, kalau boksnya sudah robek parah, nah itu baru red flag. Karena bisa jadi berdampak ke komponen di dalamnya, tapi kalau kamu siap menerima resiko itu, sah sah aja sih.

2. Kelengkapan Komponen

Mekanik game bisa hancur berantakan kalau ada token atau meeple yang kurang. Bisa cek katalog game di reroll (tapi belum semua game lengkap daftar komponennya), atau bisa juga buka BoardGameGeek (BGG) dan cek daftar komponen resmi game tersebut, lalu cocokkan atau tanyakan ke seller.

Shoutout buat seller-seller jujur di luar sana!

Saya pernah ketemu seller yang kalau ada komponen meeple-nya kurang satu, dia berani jamin untuk ngirimin gantinya pakai 3D printed. Seller yang peduli sama kelengkapan komponen kayak gini yang wajib dipertahankan.

3. Kartu dan Bahaya Laten Jamur

Selalu tanya apakah kartunya selama ini dipakaikan sleeve (sampul plastik). Board game yang dari awal di-sleeve biasanya punya kartu yang mulus dan bebas daki.

Tapi ada satu musuh utama yang harus kamu waspadai: Jamur. Kalau seller bilang ada bercak jamur di kartu atau boks, mending skip aja. Jamur itu bisa menular. Kamu nggak mau kan satu game jamuran yang baru dibeli malah menulari boks-boks board game lain kesayanganmu di lemari?

4. Rulebook Lecek dan Insert yang Hilang

Buat sebagian orang, rulebook (buku aturan) yang agak lecek karena sering dibaca itu hal lumrah dan bukan masalah besar.

Gimana dengan insert (cetakan plastik/kardus di dalam boks untuk menaruh komponen)? Kalau insert bawaannya dibuang sama seller, sah-sah aja asalkan diganti dengan insert 3D printed dan semua komponennya tetap muat jadi satu boks. Yang bikin males adalah kalau insert dibuang, tapi komponennya dibiarkan awur-awuran berantakan di dalam boks.

5. Hindari Barang Bajakan (Bootleg)

Karena komunitas kita saling menghargai publisher dan kreator, pastikan barang yang kamu beli itu 100% original. Harga game bajakan mungkin jauh lebih murah, tapi kualitas material karton dan cetakan warnanya dijamin bakal bikin kamu menyesal. Kalau seller malas menjamin keaslian barang atau kelengkapan komponen, lebih baik cari lapak lain. Remember this: Sejelek jeleknya game bekas masih lebih bagus daripada game bajakan.

Biar Lebih Aman, Beli di Mana?

Susah-susah gampang memang menilai karakter seller kalau cuma dari chat di media sosial. Inilah kenapa platform Reroll menyediakan sistem Reputasi dan metrik Jumlah Transaksi untuk tiap penggunanya.

Dengan melihat reputasi seller di Reroll, kamu bisa tahu track record mereka dalam mendeskripsikan kondisi board game dan mengemas barang. Tinggal cari judul incaranmu, cek rating seller-nya, dan lakukan transaksi dengan tenang tanpa takut dapet zonk!